Salah satu mimpi buruk terbesar merchant saat mengadakan promo atau live streaming adalah "overselling": barang di etalase laku terjual ke 5 orang, padahal stok fisik di gudang hanya tersisa 2 pcs. Akibatnya tim Anda harus meminta maaf, menawarkan refund, dan menghadapi kekecewaan pelanggan.
Akar Masalah: Chat Terpisah dari Sistem Gudang
Biasanya, admin chat WhatsApp bekerja terpisah dari orang gudang. Ketika admin A bilang "Ready kak!" dan admin B di nomor lain juga bilang "Ready kak!" ke pembeli berbeda, kedua pelanggan sama-sama mentransfer uang untuk 1 barang yang sama.
Solusi DelFik AI: Konsep Alokasi Stok Otomatis (Stock Reservation)
DelFik AI memecahkan masalah ini dengan konsep "Stok Teralokasi". Saat AI atau CS menerbitkan draf pesanan via WhatsApp:
- Stok Tersedia (Available Stock) langsung berkurang 1 unit untuk mengamankan pembeli tersebut.
- Stok Fisik tetap tercatat di gudang hingga pesanan dikemas dan dikirim.
- Jika pembayaran berhasil via QRIS/Transfer, pesanan statusnya berubah jadi PROCESSED.
- Jika pelanggan membatalkan atau batas waktu pembayaran habis, stok teralokasi langsung kembali otomatis ke stok siap jual.
“Dengan alur audit ledger yang rapi, setiap mutasi stok keluar, masuk, dan teralokasi tercatat dengan timestamp detik dan referensi nomor pesanan yang jelas.”
Efisiensi Operasional Nyata
Dengan menghubungkan WhatsApp langsung ke mesin ERP DelFik, Anda tidak perlu lagi rekap stok manual di Excel setiap malam. Semua data stok, peringatan stok menipis (Stock Alert Notifications), dan pesanan masuk tersinkronisasi secara otomatis.